Kamis, 11 Desember 2014

CARA BUDIDAYA BAWANG BERLIAN/BAWANG DAYAK/BAWANG HUTAN

Cara Budidaya Bawang Berlian/Bawang Dayak/Bawang Hutan/Bawang Sabrang


Bawang Dayak saat ini banyak dicari orang sebagai bahan obat herbal yang terkenal sangat ampuh untuk atasi beberapa penyakit seperti Diabetes, Kanker, Batu Ginjal, Autis, dll. Bawang berlian adalah tanaman herba yang punya umbi akar bernama ilmiah Eleutherina palmifolia yang secara alami tumbuh pada daerah berhawa sejuk pada ketinggian 600-1500 mdpl, namun bisa juga tumbuh subur pada daerah dataran rendah, seperti yang dilakukan di kalimantan barat, bawang dayak dibudidayakan pada ketinggia 1-200 mdpl.  Disebut bawang dayak karena tanaman ini banyak terdapat di daerah kalimantan pada lahan gambut yang subur.  Tidak Hanya di Kalimantan saja ada bawang dayak, sebenarnya di daerah lain juga ada semacam di daerah Sulawesi.

Untuk membudidayakan bawang Dayak atau Bawang Berlian, pada prinsipnya sama seperti penanaman pada umumnya, yaitu:
Bahan tanam:
1. tanah humus
2. pupuk kandang
3. sekam arang (perbandingan tanah, pupuk dan sekam 1:1: 0.5)
4. Wadah pot atau langsung di tanah, bila di tanah, beri lubang dengan diameter 20-25 cm,   sedalam 20cm.

Cara penanaman Bawang Berlian:
Aduk semua bahan jadi satu, masukkan kedalam wadah pot atau tanah yang telah dilubangi sebanyak 40%, tanam bibit (letakkan di tengah tengah), masukkan lagi bahan campuran di setiap pinggir bibit sampai penuh, INGAT, tanah diberikan hanya mencapai leher tunas.
Beri jarak 30 cm di setiap bibit yang di tanam, kemudian siram satu kali sehari secara rutin.

Panen.
Tanaman yang sudah berbunga berarti sudah siap dipanen umbinya dengan usia sekitar 6 bulan.

Senin, 24 November 2014

BERTANAM APEL DARI BIJI

Menanam apel dari biji mungkin tidak pernah kita pikirkan, padahal secara teori bisa dilakukan.  Hal ini mungkin disebabkan Apel buak buah asli Indonesia sehingga pikiran kita dibatasi oleh perangkap kemustahilan pada otak. Namun yang pasti buah apel bisa tumbuh dan berbuah di Indonesia pada daerah yang punya iklim sejuk dingin seperti di daerah pegunungan yang banyak terdapat di negara kita.

Cara menyemai biji Apel dirumah :
Untuk menyemaikan biji apel sebenarnya sangat mudah.
 Berikut ini langkah-langkahnya:
1.Simpan buah apel di lemari es sampai kulit apel agak keriput.
2. Setelah apel keriput belah buah apel dan ambil bijinya;
3. Siapkan wadah isi dengan tisue dan basahi dengan air, taruh biji diatas tisue basah tadi sampai bertunas.
4 Siapkan pot sebagai wadah untuk menyemai, isi pot tadi dengan media tanam,
5. Tanam biji yang bertunas di dalam pot dengan  kedalaman 5 cm.
9. Simpan di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.

Letakkan biji yang telah tumbuh tadi di tempat teduh. Untuk menjaga agar jangan sampai mati, bibit tadi disiram setiap hari namun jangan sampai kebanjiran.   Jika benih sudah tumbuh sampai tinggi 25 cm, maka benih tadi bisa dipindah untuk ditanam di halaman atau pekarangan anda, atau juga bisa di tabulampot.

MENGENAL BUAH LANGKA KENITU (Chrysophyllum cainito) KAYA ANTIOKSIDAN

Penulis mengenal buah Kenitu yang termasuk cukup langka saat berkunjung ke daerah Lumajang Jawa Timur yang saat itu lagi musim buah yaitu saat musim kemarau. Di situ buah kenitu mudah dijumpai dan biasanya dijajakan di pinggir jalan raya sebagai oleh-oleh.  Nama lokal dari kenitu ada banyak sekali seperti sawo durian, sawo ijo, sawo apel dsb, yang pasti nama ilmiah dari Kenitu adalah Chrysophyllum cainito L.  Rasa buah kenitu punya rasa manis enak, buahnya biasanya bergetah jadi rasa dari getah ini biasa mengganggu lidah saya saat menikmati buah kenitu.
Daging Buah Kenitu
Daun dan Buah Kenitu
 Untuk mengenali pohon kenitu sebenarnya cukup mudah, Daun kenitu kalau dilihat sepintas punya kemiripan dengan daun durian yaitu warna daun atas dan daun bawah berbeda mencolok.  Warna daun bawah kenitu coklat keemasan dan daun atasnya berwarna hijau tua. Warna buah kenitu bervariasi dari hijau sampau keunguan, daging buahnya berwarna putih agak bening.
Buah kenitu kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan.
Pohon kenitu bisa mencapai tinggi sampai 30 meter, pohonya kuat dan tidak gampang patah sehingga dapat menjadi tanaman hias dan peneduh di tepi jalan, atau juga bisa dijadikan bahan baku rumah.  Pohon Kenitu akan berbuah setelah berusia 5-6 tahun, dan berbuah di musim kemarau.
Buah kenitu biasanya dikonsumsi sebagai buah segar yang menyehatkan. Rebusan daunnya dapat dipakai untuk menyembuhkan diabetes dan rematik. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai obat kuat dan obat batuk. Infus daun kenitu yang kaya akan tanin dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai obat kanker. Buah yang sudah masak dapat digunakan sebagai anti inflamasi pada keadaan laringitis dan pneumonia serta pengobatan diabetes melitus.

Rabu, 12 November 2014

AKUAPONIK SEDERHANA DENGAN METODE RAKIT APUNG


Skema Aquaponik Rakit Apung Sederhana
Akuaponik adalah hidroponik yang dipadukan dengan kolam ikan sebagai sumber nutrisi tanaman.  Aquaponik model rakit ini bisa dibilang  akuaponik yang sederhana dan mudah dibuat.  Rakit apung bisa dibuat dari styrofoam atau baha lain yang bisa mengapung, kemudian dilubang dan ditempatkan pot kecil yang diberi penyangga bisa berupa kapas,kerikil, rockwool atau hydrotron untuk tempat tanaman bertumbuh dan berdiri.

Model Aquaponik Apung ini, seluruh perakaran tanaman nyaris terendam dalam larutan nutrisi yang diberi aerasi dengan pompa udara akuarium + airstone selama 24 jam. Tujuan aerasi adalah menambah pasokan oksigen pada air yang nantinya dimanfaatkan akar tanaman.

Pompa udara bisa diganti dengan powerhead dengan nipple udara, oksigen larut dalam air lebih banyak dibandingkan pompa udara akuarium + airstone. Aquaponik moel rakit apung cocok untuk tanaman yang pertumbuhnya cepat dan suka banyak air seperti selada dan kangkung.

Jenis hidroponik ini cocok untuk pengenalan hidroponik pada anak sekolah, karena mudah dan minim perawatan. Bahan-bahan untuk membangun hidroponik deep water culture sangat mudah ditemui disekitar kita, bisa menggunakan akuarium atau wadah kedap air lainnya sebagai reservoir.

Kelemahan dari sistem ini adalah kurang cocok untuk tanaman berukuran besar dan tanaman yang dibudidaya dalam jangka panjang. 


Lubangi sterofoam  disesuaikan dengan diameter wadah gelas air mineral sehingga waktu dipasang tidak jatuh. Untuk yg memakai media batu kerikil disarankan ketinggian disesuaikan dengan kekuatan rakit yang anda gunakan.   Agar akar tidak dimakan ikan sebaiknya disekeliling rakit diberi jaring supaya ikan tidak masuk.

Jumat, 31 Oktober 2014

ANTARA TAKOKAK DAN LEUNCA

Buah terung-terungan banyak sekali ragamnya.  Disini kita akan coba bedakan antara Buah Takokak dan Buah Leunca atau Ranti yang bisa dikatakan serupa dan mirip saat masih muda dimana keduanya berwarna hijau.  Takokak  mempunyai nama ilmiah Solanum torvum sedangkan Leunca nama ilmiahnya adalah Solanum nigrum.  Takokak dan Leunca sama-sama bisa dimakan mentah sebagai lalapan. 
Takokak
Leunca

Berikut ini perbedaan antara takokak dan leunca :
1.  Kulit Buah.
Buah Takokak kulitnya lebih tebal dari kulit leunca.
2. Bentuk Daun.
Daun takokak lebih besar dan kasar sedangkan daun lencak daunya kecil dan sedikit agak licin,
3. Batang
Batang takokak berduri sedangkan batang leunca tidak berduri.
4. Rasa. 
Rasa buah takokak agak pahit getir sedangkan buah lencak pahit agak manis.N
5. Warna Buah Masak.
Warna buah Takokak kalau masak oranye, sedangkan warna buah Leunca hitam. 

Nama lain Takokak adalah terong pipit, Rimbang (Minangkabau), cepoka, cokowana, pokak dan tekokak,  dalam bahasa inggris disebut turkey berry atau mini-eggplant.
Nama lain Leunca adalah Rampai, Ranti. 

Minggu, 26 Oktober 2014

CARA BUDIDAYA PEMBIBITAN - PENANAMAN POHON AREN

Pohon Aren atau Enau sudah lama dikenal oleh masyarakat kita dengan berbagai macam produk dari Aren antara lain kolang-kaling, sapu ijuk, Gula Aren  (Brown Sugar) sampai minuman tradisional semacam saguer, tuak atau legen. Aren yang punya nama ilmiah Arenga pinnata mudah dijumpai di daerah pedesaan di seluruh nusantara. Di pedesaan Tanaman Aren umumnya tumbuh secara alami dan belum dibudidayakan secara serius. Proses pembibitan secara alami dibantu oleh binatang seperti musang. Binatang tersebut memakan buah-buahan aren dan bijinya dan bijinya keluar secara utuh dari perutnya bersama kotoran. Bibit tumbuh tersebar secara tidak teratur dan berkelompok. Untuk menanamnya dilapangan, dapat dilakukan dengan mencabut secara putara.

PEMBIBITAN AREN

Untuk memperoleh bibit dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang seragam, tentu saja tidak bisa mengandalkan cabutan dari alam. 
Untuk menyemai biji aren bisa berlangsung lama untuk tumbuh. Untuk mempercepatnya dapat dilakukan upaya perlakuan biji sebelum disemai yaitu :
1. Merendam biji dalam larutan HCL dengan kepekatan 95 % dalam waktu 15 – 25 menit.
2. Meredam biji dalam air panas bersuhu 50ยบ selama 3 menit.
3. Mengikir biji pada bagian dekat embrio.


Media penyemaian dapat dibuat dengan kantong plastic ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan kompos, pasir dan tanah 3 : 1 : 1 dan lubangi secukupnya pada bagian bawahnya sebagai saluran drainase.  Biji-biji yang telah diperlakukan tersebut dimasukan kedalam kantong plastic tersebut sedalam sekitar ¾ bagian biji di bawah permukaan tanah dengan lembaga menghadap ke bawah dengan posisi agak miring.
Untuk mencapai bibit siap tanam di lapangan (ukuran = 40 cm) diperlukan waktu persemaian 12 – 15 bulan.
Pemeliharaan bibit di persemaian dilakukan dengan cara :
1. Penyiraman 2 kali sehari, pagi jam 08.00 – 09.00 dan sore hari jam 15.00 – 16.00
2. Penyiangan persemaian yaitu menghilangkan rumput-rumput pengganggu.
3. Pemberantasan hama dan penyakit, apabila ada gejala serangan hama dan penyakit.

PENANAMAN AREN
Teknik penanaman aren dapat dilakukan dengan sistim kultur tunggal (monokultur) seperti perkebunan kelapa sawit atau dengan sistim tumpangsari. Dengan sistim monokultur terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan (land clearing) dan pengolahan tanah dengan pembajakan atau pencangkulan serta pembuatan lubang tanaman.

Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan jarak antar lubang (jarak tanam) 5 x 5 m atau 9 x 9 m. untuk mempercepat pertumbuhan pada lubang tanaman diberi tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, urea, TSP, sekitar 3 – 5 hari setelah lubang tanaman disiapkan, baru dilakukan penanaman. Bibit yang baru ditanam, sebaiknya diberi naungan atau peneduh.
Sistim agroforestri/tumpangsari, ini dapat dilakukan dengan menamai bagian lahan yang terbuka yaitu diantara kedua tanaman pokok dengan tanaman penutup tanah seperti leguminose atau tanaman palawija

PEMELIHARAAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN
Agar budidaya aren dapat berhasil dengan baik diperlukan pemeliharaan tanaman yang cukup. Pemeliharaan tanaman aren meliputi :

a. Pengendalian Hama Penyakit
Hama dan penyakit pohon aren belum terlalu banyak di ketahui. Namun sebagai langkah pencegahan dapat didekat dengan mengetahui hama dan penyakit yang biasa menyerang jenis palmae yang lain seperti kelapa, kelapa sawit dan sagu.
Hama pada tanaman jenis Palmae antara lain berupa kumbang badak (Oryctes thinoceros), kumbang sagu (Rhinochophorus ferrugineus), belalang (Sexava spp). Hama lain untuk pohon aren ini adalah pengisap nira dan bunga seperti lebah, kelelawar dan musang. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara :

1. Mekanis, yaitu pohon-pohon aren yang mendapat serangan hama ditebang dan dibakar.
2. Kimiawi, yaitu dengan penyemprotan pestisida tertentu seperti Heptachlor 10 gram, Diazonin 10 gram dan BHC.

Jenis penyakit yang sering menyerang pohon aren di persemaian adalah bercak dan kuning pada daun yang disebabkan oleh Pestalotia sp., Helmiathosporus sp. penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan fungisida seperti Dithane N-45, Delsene NX 200.

b. Penanggulangan tanaman pengganggu (gulma)
Tanaman pengganggu (gulma) pada tanaman aren sangat mengganggu pertumbuhannya. Oleh karena itu, pengendalian gulma harus dilakukan.
Gulma pada tanaman/pohon aren umumnya terdapat di dua tempat yaitu pada bagian batang (seperti benalu dan kadaka) dan pada tanah di sekitar pangkal teratur yaitu 4 kali setahun sampai tanamanberumur 3-4 tahun. Teknis pemberantasannya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan menghilangkan tanaman pengganggu tersebut dari pohon aren.

c. Pemupukan
Pemupukan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pertumbuhan agar lebih cepat. Pemupukan dilakukan pada tanaman berumur 1 -3 tahun dengan memberikan seperti pupuk urea, NPK, pupuk kandang dan KCL yang ditaburkan pada sekeliling batang pohon aren yang telah digemburkan tanahnya.

PANEN
Ijuk
Ijuk dihasilkan dari pohon aren yang telah berumur lebih dari 5 tahun sampai dengan tongkol-tongkol bunganya keluar. Pohon yang masih muda produksi ijuknya kecil. Demikian pula, pohon yang mulai berbunga kualitas dan hasil ijuknya tidak baik.
Pemungutan ijuk dapat dilakukan dengan memotong pangkal pelepah-pelapah daun, kemudian ijuk yang bentuknya berupa lempengan anyaman ijuk itu lepas dengan menggunakan parang dari tempat ijuk itumenempel.
Lempenganlempengan anyaman ijuk yang baru dilepas dari pohon aren, masih mengandung lidi-lidi ijuk. Lidi-lidi ijuk dapat dipisahkan dari serat-serat ijuk dengan menggunakan tangan. Untuk membersihkan serat ijuk dari berbagai kotoran dan ukuran serat ijuk yang besar, digunakan sisir kawat. Ijuk yang sudah dibersihkan dapat dipergunakan untuk membuat tambang ijuk, sapu ijuk, atap ijuk dll.

Nira

Nira aren dihasilkan dari penyadapan tongkol (tandan) bunga, baik bunga jantan maupun bunga betina. Akan tetapi biasanya, tandan bunga jantan yang dapat menghasilkan nira dengan kualitas baik dan jumlah yang banyak. Oleh karena itu, biasanya penyadapan nira hanya dilakukan pada tandan bunga jantan.
Sebelum penyadapan dimulai, dilakukan persiapan penyadapan yaitu :
  • Memilih bunga jantan yang siap disadap, yaitu bunga jantan yang tepung sarinya sudah banyak yang jatuh di tanah. Hal ini dapat dilihat jika disebelah batang pohon aren, permukaan tanah tampak berwarna kuning tertutup oleh tepungsari yang jatuh.
  • Pembersihan tongkol (tandan) bunga dan memukul-mukul serta mengayun-ayunkannya agar dapat memperlancar keluarnya nira.
Pemukulan dan pengayunan dilakukan berulang-ulang selama tiga minggu dengan selang dua hari pada pagi dan sore dengan jumlah pukulan kurang lebih 250 kali.
Untuk mengetahui, apakah bunga jantan yang sudah dipukul-pukul dan diayun-ayun tersebut sudah atau belum menghasilkan nira, dilakukan dengan cara menorah (dilukai) tongkol (tandan) bunga tersebut. Apabila torehan tersebut mengeluarkan nira maka bunga jantan sudah siap disadap.
Penyadapan dilakukan dengan memotong tongkol (tandan) bunga pada bagian yang ditoreh. Kemudian pada potongan tongkol dipasang bumbung bamboo sebagai penampung nira yang keluar.
Penyadapan nira dilakukan 2 kali sehari (dalam 24 jam) pagi dan sore. Pada setiap penggantian bumbung bamboo dilakukan pembaharuan irisan potongan dengan maksud agar saluran/pembuluh kapiler terbuka, sehingga nira dapat keluar dengan lancer.
Setiap tongkol (tandan) bunga jantan dapat dilakukan penyadapan selama 3 – 4 bulan sampai tandan mongering. Hasil dari air aren dapat diolah menjadi gula aren, tuak, cuka dan minuman segar.

Tepung aren
Tepung aren dapat dihasilkan dengan memanfaatkan batang pohon aren dengan proses sebagai berikut :
  • Memiliki batang pohon aren yang banyak mengandung pati/tepungnya dengan cara :
    • Umur pohon relative tua (15 – 25 tahun)
    • Menancapkan kampak atau pahat ke dalam batang sedalam 10 – 12 cm pada dari ketinggian 1,5 m dari permukaan tanah.
    • Periksa ujung kampak atau pahat tersebut apakah terdapat tepung/pati yang menempel.
    • Apabila terdapat tepung/pati, tebang pohon aren tersebut.
  • Potong batang pohon yang sudah ditebang menjadi beberapa bagian sepanjang 1,5 – 2,0 m.
  • Belah dan pisahkan kulit luar dari batang dengan empelurnya.
  • Empelur diparut atau ditumbuk, kemudian dicampur dengan air bersih (diekstraksi).
  • Hasil ekstraksi diendapkan semalaman (±12 jam) dilakukan pemisahan air dengan endapannya. Lakukan pencucian kembali dengan air bersih dan diendapkan lagi, sampai menghasilkan endapan yang bersih
  • Hasil endapan dijemur sampai kering.
Tepung aren dapat dipergunakan sebagai bahan baku seperti mie, soun, cendol, dan campuran bahan perekat kayu lapis.

Kolang Kaling
Kolang kaling dapat diperoleh dari inti biji buah aren yang setengah masak. Tiap buah aren mengandung tiga biji buah. Buah aren yang setengah masak, kulit biji buahnya tipis, lembek dan berwarna kuning inti biji (endosperm) berwarna putih agak bening dan lembek, endosperm inilah yang diolah menjadi kolang-kaling.
Adapun cara untuk membuat kolang-kaling :
  • Membakar buah aren dengan tujuan agar kulit luar dari biji dan lender yang menyebabkan rasa gatal pada kulit dapat dihilangkan. Biji-biji yang hangus, dibersihkan dengan air sampai dihasilkan inti biji yang bersih.
  • Merebus buah aren dalam belanga/kuali sampai mendidih selam 1-2 jam. Dengan merebus buah aren ini, kulit biji menjadi lembek dan memudahkan untuk melepas/memisahkan dengan inti biji. Inti biji ini dicuci berulang-ulang sehingga menghasilkan kolang-kaling yang bersih.
Untuk menghasilkan kolang-kaling yang baik )bersih dan kenyal) inti biji yang sudah dicuci diendapkan dalam air kapur selama 2 – 3 hari. Setelah direndam dlam air kapur, maka kolang-kaling yang terapung inilah yang siao untuk dipasarkan.

Sumber: http://disbun.jabarprov.go.id/data/arsip/Budidaya%20Tan.%20Aren.doc.

Minggu, 21 September 2014

CARA BERTANAM BUAH PEPINO YANG KAYA ANTIOKSIDAN

Buah PEPINO mungkin masih kurang dikenal luas saat ini, karena tergolong buah baru yang masuk ke Indonesia. Buah Pepino dari Indonesia bibitnya berasal dari negeri Belanda.  Nama pepino sendiri dari bahasa spanyol lengkapnya Pepino Dulce yang artinya Ketimun Manis.  Penulis baru tahu ada buah ini saat belanja ke supermarket dan di sana ada nama buah yang disebut Pepino.Pepino punya rasa unix mix antara ketimun, ubi dan melon.
Buah Pepino dikenal ampuh untuk obat berbagai jenis penyakit seperti sakit sariawan, diabetes, wasir, dan juga penyakit lainnya, dan harganya pun juga tidak terlalu mahal.   Nama ilmiah tanaman Pepino adalah Solanum muricatum dan dilihat dari namanya dengan mudah bisa diketahui bahwa tanaman pepino ini kerabat dekat dengan terung.  
Buah Pepino kebanyakan ditanam di dataran tinggi, meski bisa juga ditanam di dataran rendah. Tanaman pepino ini tidak tinggi dan bisa ditanam di dalam pot dan dapat menjadi penghias rumah yang antik.  Namun demikian tanaman pepino tidak berumur panjang, tiap satu tahun akan mati dan harus diganti.

Kandungan dalam Buah Pepino
Berdasarkan hasil analisa laboratorium uji teknologi pangan dan hasil pertanian UGM, pepino memiiiki kandungan air sebesar 95%, asam 79,3 mg per 100 gram pepino, beta karoten 26,6 mg per 100 gram pepino, vitamin C 25,1 mg per 100 gram pepino, protein 0,6 gram per 100 gram pepino,dan serat pangan 1-1,5 gram per 100 gram pepino.
Buah pepino juga mengandung serat pangan 1-1,5 gram per 100 gram.

Manfaat Buah Pepino
a. Pepino mengandung vitamin C dalam kadar yang tinggi, karena itu sangat cocok untuk mengobati sariawan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan untuk memperlambat proses penuaan (aging), menurunkan risiko penyakit jantung, dan kerusakan otak. Vitamin C juga sangat dibutuhkan untuk memproduksi kolagen yang penting bagi pertumbuhan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Untuk mendapatkan manfaat vitamin C secara maksimal, konsumsi pepino dalam bentuk segar dengan cara dimakan langsung atau dijus.
b. Pepino mengandung betakaroten, terutama pepino ungu. Betakaroten merupakan provitamin A, yang dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan metabolisme. Betakaroten juga dikenal sebagai antioksidan pencegah kanker. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.
c. Pepino dipercaya dapat mencegah sembelit, wasir, gangguan pencernaan dan tekanan darah tinggi karena kandungan seratnya. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat kolesterol dan kemudian mengeluarkannya dari dalam tubuh. Serat juga berperan mengikat karsinogen pemicu kanker pada saluran pencernaan. Selain itu, serat pepino juga bermanfaat bagi penderita diabetes karena berperan mengendalikan laju gula dalam darah.



Cara Budidaya Pepino
1. Pembibitan
Pembibitan tanaman ini  dilakukan dengan cara vegetatif.  Hal tersebut dilakukan karena kemampuan germinasi biji pepino sangat buruk, sehingga seringkali tidak dapat tumbuh dengan baik, bahkan gagal tumbuh sama sekali.
Dengan cara vegetatif, tunas-tunas yang sudah ada calon akarnya dipisah dalam polybag dan diperlakukan khusus. Setelah disemai, tunas tersebut akan tumbuh menjadi tanaman lengkap dalam waktu 2 hingga 3 minggu.

2. Perawatan
Perawatannya pun cenderung mudah karena tidak terlalu banyak memerlukan air. Setelah masa tanam 1 bulan, bunga akan tumbuh.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Musuh utama tanaman ini adalah ulat dan belalang pemakan daun. Pengendaliannya adalah pemberian pestisida organik.
Pengendalian terhadap gulma dan penyakit adalah pemakaian plastik mulsa.

4. Panen
Tiga atau 4 bulan kemudian, dilakukan panen pertama. Buahnya ada dua jenis yaitu berwarna putih bersih dan berwarna ungu, buah yang matang baunya harum (seperti melon). Sayangnya usia tanaman buah pepino ini, tak bertahan lama. Setelah mencapai 1 tahun, harus diganti dengan bibit baru.