Jumat, 11 Desember 2020

Cara mudah tanam jeruk purut dari stek daun jeruk purut

Jeruk purut merupakan salah satu bumbu dapur yang banyak dibutuhkan ibu-ibu dirumah. Biasanya daun jeruk purut mudah didapatkan di penjual sayuran baik yang masih segar atau yang sudah kering.  Aroma jeruk purut yang khas wangi jeruk-jerukan yang kuat ini sangat disukai oleh masyarakat kita.  untuk orang-orang dikota yang ingin menanam jeruk purut sebenarnya sangat mudah. Kita bisa mendapatkan sumber bibit di penjual sayuran, karena yang dibutuhkan hanya 1 lembar daun jeruk purut yang masih segar. 

 Setelah kita siapkan 1 bahan yaitu selembar daun jeruk purut, siapkan pot untuk media tanam. kemudian isi pot tadi dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos.  Dan tancapkan daun jeruk purut tadi lalu taruh di tempat teduh. jangan lupa disiram setiap hari yaaa...nah setelah 1 bulan lamanya waktu akan tumbuh akar dari daun jeruk purut tadi.  Nah bila sudah tumbuh akar seperti gambar di samping ini, maka stek daun jeruk purut sudah berhasil dan tinggal dipelihara sampai tumbuh tunas daun baru.  Selamat mencaoba.

 
 
 
 


Minggu, 19 Februari 2017

CARA TANAM DAUN BAWANG DI RUMAH SENDIRI

Cara budidaya Daun bawang di Rumah .
Daun Bawang biasanya banyak dipakai ibu-ibu di rumah sebagai penyedap masakan. walaupun harganya murah namun tidak ada salahnya jika anda menanam sendiri di rumah karena cara budidaya cukup mudah dan bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun.  

Penyediaan Bibit sendiri.   Bila anda membeli bawang daun pasti masih ada umbi dan akarnya, nah anda bisa memulai dari satu biji saja,  setelah ukurannya cukup besar dan beranak selanjutnya pisahkan menjadi beberapa bagian atau tanam di pot yang lain. 

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pot, polybag sebagai tempat tanam, kemudian siapkan tanah dan campur dengan pupuk agar hasil bisa maksimal. Pupuk yang bisa Anda manfaatkan diantaranya adalah pupuk kandang atau bekas kotoran hewan.

Setelah itu siram tanaman secara rutin minimal 1 kali satu hari. 



Kamis, 16 Februari 2017

TIPS MUDAH MEMILIH BIBIT SAMBUNGAN TANAMAN BUAH UNGGUL

TIPS MUDAH MEMILIH BIBIT TANAMAN BUAH

Saat anda akan menanam tanaman buah seperti mangga, rambutan, durian dll, tentunya harus memilih bibit yang bagus.Untuk memilih bibit tanaman buah yang bagus ada beberapa ciri fisik yang bisa dijadikan patokan.

1. warnan daun yang hijau cerah, pucuknya daun berwarna hijau atau merah. Daun yang sudah tua terlihat berwarna hijau indah dan mengkilap. lihat juga ukuran daunnya tampak besar, kemudian  Lihat apakah ada bercak hitam bekas serangan hama atau penyakit dan daun yang tergulung.

2. Cek bekas sambungannya, bila ada benjolan berarti ada ketidakcocokan antara batang bawah dan atas. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak boleh bengkok atau merunduk ke bawah. Pilihlah bibit yang sudah ada percabangannya, bila ketinggiannya sekitar 1 meter.
Pastikan tidak jamur , bekas sayatan dan  bekas penggerek batang.  Batang yang bagus, lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, bentuk proposional atas bawahnya.

3. Akar dan Media tanam. Coba bongkar media tanam sedikit untuk melihat adanya akar-akar serabutnya.  Bibit yang subur, banyak akar serabutnya dan akar sudah menembus polybag. pastikan ujung akar berwarna putih.

Rabu, 01 Februari 2017

Trik Pemangkasan Pohon Mangga Agar Mudah di Petik

Pohon Mangga banyak ditanam di pekarangan rumah, bahkan sampai tumbuh besar dan tinggi, membuat  susah di ambil buahnya saat sudah masak. Untuk itu sebaiknya sering di lakukan pemangkasan. Pemangkasan pohon mangga dilakukan setelah selesai panen.
Pemangkasan bertujuan untuk mengatur percabangan pohon agar rapi dan enak dilihat.
Ketinggian tajuk pohon maksimal setinggi 3 meter, agar batang utama dan perakaran tidak cepat membesar yang berpotensi merusak bangunan/ 


Praktek pemangkasan pohon mangga secara rutin  telah banyak di terapkan pada perkebunan mangga di negera Thailand.

Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk pada tanaman mangga  mempunyai pola 1-3-9-27 maksudnya adalah :
1 (satu) batang utama, 
3 cabang primer, 
9 cabang sekunder dan 
27 cabang tersier -->Bunga dan buah mangga muncul di ujung cabang tersier.


Waktu Pemangkasan
Pemangkasan bentuk dilakukan pertama kali pada saat tanaman berumur kurang dari satu tahun, saat tinggi tanaman sekitar 1 meter dan diameter batang 1-1,5 cm. Ujung batang dipotong sampai ketinggian 50-70 cm dari permukaan tanah  untuk mengembangkan batang yang kokoh dan   untuk mendorong pertumbuhan beberapa tunas samping. Pemotongan dilakukan 2-3 cm tepat di atas ruas/buku tanaman dengan menggunakan gunting pangkas. Hal ini dimaksudkan agar tunas yang keluar nantinya mempunyai posisi yang relatif sejajar. Setelah tunas tersebut tumbuh menjadi cabang primer, dipilih dua atau tiga  terbaik yang dibiarkan tumbuh, cabang yang dipilih sebaiknya dari ketinggian yang sedikit berbeda dan membentuk sudut antar cabang yang seimbang yaitu sekitar 120o agar tanaman menjadi lebih kokoh. Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas sampai sekitar 1 cm dari pangkal batang.
Pada tahun kedua cabang primer yang telah tumbuh dengan panjang 80-100 cm dipangkas kembali dengan panjang yang tersisa sekitar 30-50 cm dari pangkal cabang, pemangkasan dilakukan 2-3 cm di atas ruas tanaman.  Dari ketiga cabang primer tersebut masing-masing dipelihara 3 cabang sekunder lagi, demikian selanjutnya hingga tahun ketiga dan bila diperlukan hingga tahun keempat, sampai terbentuk percabangan yang kompak dan tajuk tanaman diarahkan membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun yang merata. Pemangkasan direkomendasikan pada awal musim hujan.

Minggu, 29 Januari 2017

CARA SEMAI BIJI CABE

harga cabe setiap tahun pasti ada masanya mengalami kenaikan yang bisa dibilang gila-gilaan. Sebenarnya cara bertanam cabe cukup mudah dan bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun bisa di dalam pot, kaleng bekas atau polibag.  Pemerintah juga menganjurkan agar setiap keluarga bertanam cabe sendiri. Perlu sedikit usaha dan anda pun bisa menikmati sambal dari cabe yang anda tanam sendiri.  Untuk bibit cabe bisa anda dapat dari buah cabe yang sudah tua tentunya.  Nah cara semainya cukup mudah seperti yang diterangkan dibawah ini.

  • Siapkan buah cabe yang sudah tua, potong pakai pisau jadi 3bagian. buang yang pinggir dan ambil biji dari potongan tengah tadi. cuci tangan anda supaya tidak panas kena kulit.
  • Siapkan gelas isi dengan air hangat sampai 2/3 gelas.
  • Ambil 1 siung bawang merah, lalu tumbuk sampai halus, kemudian aduk dengan air hangat di gelas tadi.
  • Masukkan biji cabe ke dalam gelas.
  • Rendam biji cabai semalaman. Biji cabai yang tenggelam adalah yang disemai. buang yang mengapung.
  • Taburkan biji cabai di atas media tanam kemudian tutup dengan tanah tipis-tipis.
  • Letakkan pot di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan air hujan secara langsung.
  • Siram setiap sore hari dengan sprayer.
  • Setelah  hari ke 7 bibit cabai sudah terlihat tumbuh.
  • rawat tanaman cabe anda dan tunggu beberapa bulan sampai berbuah.

Sabtu, 18 Juni 2016

CARA MEMBUAT SIRUP RAMBUTAN

Buah rambutan adalah buah musiman, dimana saat musim rambutan biasanya harganya turun drastis karena stoknya berlimpah.   Untuk lebih meningkatkan nilai jual rambutan terutama saat stok berlimpah kita bisa membuat olahan berupa sirup rambutan yang cara membuatnya juga cukup mudah.
Berikut bahan, resep dan cara membuatnya : 
Bahan-bahan 
- Buah rambutan segar 5 kg
- Gula pasir khusus untuk sirup 125 gram 
- Asam sitrat  3 gram setiap liter sirup 
- Natrium benzoat  1 gram 
- Garam dapur  20 gram 
- Air   3 liter air untuk setiap liter sirup
 
Cara membuat sirup buah rambutan
- Pilih buah rambutan yang telah masak atau tua dan segar 
- Kupas buah rambutan dan buang isinga
- Cuci bersih 
- Potong buah kecil-kecil
- blender sampai menjadi bubur
- Tambahkan berturut-turut dengan air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur 
- Aduk semua bahan di atas hingga tercampur rata 
- Panaskan semua bahan hingga mendidih dan didihkan terus hingga mengental 
- Setelah cukup kental, matikan api dan turunkan 
- Saring lalu dinginkan 
- Masukkan ke dalam botol , dan tutup rapat

Senin, 13 Juni 2016

METODE PEMBUATAN VCO TANPA PEMANASAN

Metode atau cara membuat VCO (virgin coconut oil) sebenarnya sangat mudah.  Anda cukup membuat santan, tanpa perlu memanaskan, tanpa penambahan bahan lain, ataupun jenis-jenis olahan lanjutan lainnya. Kelebihan membuat minyak kelapa dengan cara ini adalah minyak yang dihasilkan betul betul murni. Selain itu, metode ini juga sangat efisien dan mudah diterapkan dalam skala ruamahan, berikut ini cara membuat  VCO yang menggunakan metode tanpa api.

Bahan dan Alat
1. Kelapa parut 1 kg pilih kelapa yang sudah cukup tua;
2. Air bersih 1,5 liter;
3.  Botol bersih untuk menampung dan memisahkan santan
4. saringan dan tissue bersih

Cara pembuatan
1. Kelapa parut  tadi ditambah air bersih yang sudah dimasak sebanyak 1,5 liter, kemudian diperas dan disaring untuk diambil santannya.
2. Santan dimasukkan kedalam botol dan dibiarkan sekitar 30 menit hingga terjadi pemisahan antara santan kental (krim) dan air (skim)
3. air (skim) dibuang, kemudian santan kental (krim) diberi pancingan berupa VCO sebanyak 2 sdm dan di aduk merata. Kemudian didiamkan selama 12 jam.
4. setelah 12 jam santan tersebut akan berubah menjadi 3 lapisan, yaitu : blondo, minyak, dan air. Air pada bagian bawah dibuang, kemudian minyak disaring dengan menggunakan penyaring yang dilapisi dengan tisue sebanyak 2 lembar.
5. VCO siap dikonsumsi.

Senin, 06 Juni 2016

CARA BUDIDAYA RUMPUT GADJAH MINI UNTUK USAHA

Rumput Gajah Mini saat ini banyak permintaan di pasaran dan sangat disukai oleh masyarakat baik untuk pengisi taman di perkantoran atau perumahan.  Keunggulan dari rumput gajah mini adalah anda tidak perlu repot memangkas, tahan penyakit, aman untuk anak-anak karena tidak menimbulkan gatal pada kulit dan mampu tumbuh pada berbagai kondisi dari dataran rendah sampai dataran tinggi.
Berikut beberapa tahap tata cara memBudidayakan rumput gajah mini menurut Sutardi, pembudidaya rumput gajah mini asal Duren Seribu, Bojong Sari, Depok, Jawa Barat:

- Bersihkan tanah merah yang akan di gunakan sebagai media Budidaya rumput gajah mini dari segala macam tanaman dan gulma menggunakan arit
- Tanah ideal merupakan tanah merah dengan PH 6-7
- Gemburkan tanah merah bakal calon media menggunakan cangkul dengan cara di pacul-pacul sedalam 3-4cm. Sebagai tujuan supaya akar mudah mencengkram tanah
- Diamkan tanah selama 2 jam
- Berikutnya siapkan indukan yang cakap, ciri indukan yang cakap memiliki ketebalan 2cm dan tekstur bertumpuk, usia ideal 2 bulan. Belah indukan Menggunakan tangan menjadi 4 bagian dimana masing-masing bagian menjadi selebar 2-3cm
- 1 benih yang telah dipecah akan mampu tumbuh menjalar hingga menjadi 4 meter persegi
- Bagian yang dibelah tersebut bisa disebut benih, tanam pada media tanah merah.
- Benamkan pada tanah, berikan sedikit penekanan agar akar masuk kedalam tanah.
- Berikan pupuk kandang dari kotoran ayam. Untuk 100 meter persegi benih bisa diberikan 3-4 karung kotoran ayam yang sudah di diamkan selama 1 minggu. Pupuk juga bisa menggunakan kimia NPK sebanyak 2kg yang dicampur oleh 1 drum air. Pemupukan cukup dilakukan di awal.
-Benih yang baru ditanam sebaiknya di tutupi terpal lalu di tutup kembali menggunakan kedebong pisang selama 2 hari agar tanah terhindar dari sengatan
matahari dan gerusan air hujan secara langsung yang dapat mengikis perakaran.
- Jarak penanaman antar beni 3 cm
- Sebagai perawatan lakukan penyiraman 1 hari 2 kali dan tak perlu ada pemotongan
- Setelah 28 hari sudah dapat dipanen, pemanenan dengan cara mencangkul rumput dari tanah lebar dan besar di sesuaikan dengan mata cangkul
- Tempatkan rumput yang telah terpanen ke dalam karung
-  Ikat karung dengan tali dan rumput gajah mini pun siap untuk dikirim
- Pasca panen kembali lakukan penggemburan tanah
Penulis : Aditya Kurniawan, Tommy Ismaya

Sabtu, 05 September 2015

7 VARIETAS BELIMBING BESAR DI PASARAN

Belimbing yang nama ilmiahnya adalah Averrhoa carambola adalah salah satu buah-buahan yang cukup digemari masyarakat.  Disamping rasanya yang segar juga banyak mempunyai manfaat untuk kesehatan.
Jenis belimbing yang laku dipasaran adalah belimbing yang buahnya besar serta punya rasa yang manis dan segar.  Beberapa varietas yang umum dipasaran belimbing di tanah air adalah :
1.   Belimbing Demak
Belimbing ini  sudah sangat terkenal karena berasal dari kota  Demak. Belimbing Demak bewarna putih kekuningan, dengan rasa manis, sedikit asam yanng menyegarkan, dan mengandung banyak air.

2. Belimbing Sembiring
Belimbing ini muncul pertama kali di daerah Pancur Batu, Medan. Rasa buahnya manis dan menyegarkan, dengan warna yang  menarik yaitu kuning menyala jika sudah matang. Belimbing sembiring merupakan salah satu jenis belimbing yang sudah diakui kualitasnya. Biasanya belimbing sembiring banyak ditanam di pot, pekarangan maupun di kebun.

3.Belimbing Bangkok
Asal belimbing ini dari Thailand. Warna buahnya kuning kemerahan pada waktu matang. Bentuk buahnya agak melebar dan pipih dengan bagian pinggir tetap berwarna hijau meskipun buah sudah tua. Rasa buahnya manis dan kandungan airnya banyak.

4. Belimbing Wulan
Jenis belimbing ini merupakan belimbing silangan antara belimbing demak kunir dan belimbing demak jinggo. Bentuk buahnya bulat lonjong, jika sudah matang buah berwarna kemerahan, daging buahnya tidak berserat dengan rasa manis dan kandungan air cukup banyak


5. Belimbing Malaya
Belimbing jenis ini pertama didatangkan dalam bentuk bibit okulasi dan ditanam di kota Bogor. Belimbing jenis ini buahnya dapat dipetikpada umur 65-70 hari, pada umur tersebut buah bewarna kuningkeemasan, tekstur buahnya mulai lunak dan rasanya manis namun rasanya akan semakin manis jika dipetik umur 75 hari.

6. Belimbing Madu
Belimbing ini bersal dari Malaysia, belimbing ini merupakan belimbing unggulan karena rasanya yang manis sekali dan daging buahnya renyah tidak berserat, bentuk buahnya sedikit meruncing di bagian ujung dan jika sudah matang bewarna orange cerah.

7. Belimbing Dewi
Buah belimbing dewi mempunyai kulit buah mengkilap, dengan warna buah kuning campur oranye yang cerah. Ukurannya cukup besar,  beratnya antara 200 sampai 250 gram, bahkan ada juga yang mencapai 500 gram.  Diameternya berkisar antara 10 sampai dengan 15 centimeter. elimbing Dewi memiliki kandungan air lebih tinggi daripada belimbing-belimbing lain, sehingga ia lebih tahan lama. Dalam ruangan sejuk, ia mampu mempertahankan kesegarannya hingga satu minggu, sedangkan yang lain hanya dua hingga tiga hari.


Selasa, 07 Juli 2015

Manfaat Tanaman Cover Crop atau LCC

Dalam usaha perkebunan skala besar atau dalam kegiatan reklamasi lahan bekas tambang atau lahan kritis tentu kenal dengan nama LCC atau legume cover crop.  Tanaman cover crop ini digunakan untuk mengatasi erosi dan sedimentasi terutama pada lahan yang habis dibuka dan sekaligus memberikan nutrisi pada tanah.   Secara komersial dikenal beberapa jenis cover crop seperti CM, CJ dan PJ. Adapun singkatannta adalah  Pueraria javanica (PJ), Calopogonium mucunoides (CM),dan  Crotalaria juncea L (CJ).

Manfaat dari LCC atau tanaman penutup tanah adalah sebagai berikut :
a. Menekan pertumbuhan gulma sehingga dapat menekan biaya pengendalian gulma
b. Memperbaiki kondisi fisik tanah yaitu aerasi dan menjaga kelembaban tanah.
c. Mengurangi erosi tanah yang secara langsung akan memelihara tekstur tanah dan mengurangi pencucian/kehilangan hara.
d. Memperbaiki sifat kimia tanah dengan mengikat N dari udara, kemudian mengolah dan melepaskannya kedalam tanah melalui bintil akar dalam bentuk bahan organik (produksi humus).

e. Mempertahankan kelembaban dan kandungan air tanah dengan mengurangi penguapan air permukaan, menyimpan air dan mengurangi suhu tanah.
f. Mempercepat dekomposisi bahan organik

LCC sering ditanam untuk tujuan tunggal yaitu mencegah erosi tanah. Pencegahan erosi tanah yaitu dengan cara yang diperbaiki lagi dan dapat mengurangi kapasitas produktif suatu agroekosistem. tanaman penutup padat berdiri secara fisik, memperlambat kecepatan curah hujan sebelum kontak permukaan tanah, mencegah tanah percikan dan aliran permukaan yg menyebabkan. Dengan mengurangi erosi tanah, tanaman penutup seringkali juga mengurangi baik tingkat dan kuantitas air yang mengalir di luar lapangan, yang biasanya akan menimbulkan risiko lingkungan perairan

Calopogonium mucunoides (CM) dimana tumbuhan ini tumbuh merambat dan menjalar, tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap sawit muda, banyak daun dengan panjang sulur 1-3 m, tumbuh sampai ketinggian 300 m dpl, peka sulurnya dan akan mati kalau terinjak waktu panen, bijinya di panen pada bulan April sampai Juni, tidak tahan terhadap musim kering yang panjang tetapi segera tumbuh lagi di awal musim hujan, produksi daun tanaman berumur 5-6 bulan 200 kwintal/ha yang mengandung 200-300 kg N dan 20-30 kg P2O5, pada tanah yang sesuai dibutuhkan biji 3 – 4,5kg/ha.
Calopogonium mucunoides (CM) bersifat cepat tumbuh (perintis), toleran terhadap tanah yang tidak subur. Ukuran biji kecil dengan warna gelap kemerahan dan bermotif,
Pueraria javanica (PJ). Tumbuhan ini tumbuh  melilit atau merambat , tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap sawit muda, banyak daun dengan panjang sulur 1-3 m, tumbuh sampai ketinggian 1,000 m dpl, tidak peka sulurnya dan bukunya tumbuh akar sehingga mudah di stek, bijinya di panen pada bulan Juli sampai September relatif produksinya sedikit, musim kering daunnya akan berguguran, produksi daun tanaman berumur 5-6 bulan 200 kwintal/ha yang mengandung 200-300 kg N dan 20-30 kg P2O5, pada tanah yang sesuai dibutuhkan biji 3 – 4,5 kg/ha. Pueraria javanica bersifat tumbuh awal agak lambat, setelah tumbuh dapat bertahan lama dan lebih tahan terhadap naungan Ukuran biji kecil dengan warna putih agak abu-abu dan kusam,

Tanaman Crotalaria juncea L. merupakan sumber N, kadar C-organik tinggi, ramah lingkungan dan bebas dari biji -bijian/gulma. Pemberikan kompos tersebut mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, meningkatkan jumlah biota, memperbaiki struktur tanah yang berimbas pada porositas (ketersediaan air dan udara), sekaligus menambah kandungan bahan organik tanah. tanaman penutup tanah jenis leguminous mampu menggantikan penggunaan pupuk nitrogen sebesar 72-190 kg/ha. Penelitian di Hawai untuk mengetahui efek pemberian pangkasan cover crop ke dalam tanah terhadap mikroorganisme tanah dan level nitrogen menggunakan empat jenis cover crop, dua di antaranya termasuk jenis leguminous (Cajanus cajan dan Crotalaria juncea ) 

Jumat, 23 Januari 2015

UNTUNG BESAR DARI BUDIDAYA LADA ATAU MERICA PERDU

Lada atau Merica dari jaman dahulu sudah dibudidayakan masyarakat kita, dan gara-gara rempah-rempah ini penjajah berusaha menguasai negeri kita.  Sampai saat ini Merica atau Lada masih sangat stabil haraganya, dan bertanam lada atau merica masih sangat menjanjikan. Banyak orang enggan menanam merica karena harus membuat tegakan atau rambatan tanaman merica, bahkan ada membuat rambatan merica yang dicor dari semen. 
Dengan semakin berkembangnya teknologi dalam bidang pertanian, kini jika anda mau bertanam merica tidak perlu membuat rambatan karena sudah ada yang namanya Lada Perdu.  Lada perdu ini sebenarnya berasal dari Lada Panjat namun diberikan dengan perlakuan khusus pada waktu pembibitan sehingga tanaman tidak akan menjalar atau memanjat panjang.
Tanaman lada perdu ini lebih efisien dalam biaya produksi dan memiliki produktivitas hasil panen yang lebih besar. Hal ini disebabkan lada perdu tidak membutuhkan media rambatan atau tegakan dalam penanamannya. Lada perdu juga memiliki keunggulan dalam perawatan dan pemanenan yang lebih mudah, karena tanaman ini tumbuh layaknya tanaman jenis perdu lainnya.Disamping itu Lada perdu juga punya sisi unggul yaitu :

Bibit mudah didapat dari Stek.
Pembibitan lada perdu diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif (setek) cabang buah tanaman lada. Bahan tanaman yang dipilih tersebut sebaiknya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bahan tanaman bisa diambil dari cabang utama yang memiliki 3 – 4 daun . Batang setek yang disiapkan, untuk bagian sulur panjatnya harus dibuang agar tidak kembali menjadi bibit lada panjat / rambat. Setek juga bisa diambil dari cabang tanaman yang sudah berbuah, dengan memotong pada bagian pangkal batangnya.
Pembibitan dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam polibag, untuk memaksimalkan hasil sebaiknya digunakan kerubung atau tutup dengan menggunakan plastik. Sebelum ditanam, bagian setek pada pangkal yang sudah dipotong rata bisa direndam semalaman dengan air kelapa yang dicampur dengan air biasa dengan perbandingan 1 : 4. Perendaman dengan larutan air kelapa dengan tujuan untuk memacu pertumbuhan dari batang setek. Lama pendederan adalah 6 – 9 bulan, selama pendederan di polibag bunga atau buah yang terbentuk harus dipotong atau dibuang. Setelah lebih dari 6 bulan dan bibit dianggap sudah jadi, tutup atau kerubung plastik bisa dibuka dan bibit lada perdu siap ditanam.
Biaya penanaman dan perawatan sangat Murah
Lada perdu tidak membutuhkan rambatan atau tiang panjat dalam pertumbuhannya, karena itu petani tidak perlu menyiapkan tegakan, sehingga lebih hemat biaya tanam. Petani cukup menyiapkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 cm dengan jarak tanam 1,5 M antara lubang satu dan lubang lainnya. Petani bisa menggunakan pupuk kandang untuk memperkaya unsur hara tanah dalam lubang tanam sebagai tahap awal sebelum bibit lada ditanam.
Lada perdu memiliki keunggulan cepat berbuah, sehingga bisa berproduksi lebih awal dalam umur 2 tahun. Dan karena tanaman yang bersifat perdu, maka penyiraman dan perwatan lainnya pun akan lebih mudah. Bahkan beberapa petani menanam lada perdu dalam media polibag, dengan menggunakan plastik atau wadah lainnya yang berukuran besar. Dengan cara ini, tanaman lada bisa dengan mudah dipindah dan bisa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan atau halaman rumah.
Pemanfaatan lahan yang lebih maksimal
Penanaman lada perdu yang tidak membutuhkan media rambatan atau tegakan. Membuat lada perdu bisa ditanam dengan jumlah yang lebih banyak pada lahan. Dengan jarak tanam 1,5 M antara tanaman satu dan lainnya, maka lahan sempit pun akan bisa dimanfaatkan dengan lebih efisien. Lada perdu bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain, asalkan tanaman lainnya tidak menutup secara langsung cahaya matahari. Sehingga lada perdu tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pemanenan yang lebih mudah
Jika para petani lada mengalami kesulitan pemanenan pada tanaman lada karena harus memanjat atau menggunakan alat bantu untuk mencapai buahnya. Hal ini tidak berlaku pada proses pemanenan lada perdu, karena lada perdu tidak tumbuh tinggi, sehingga pemanenan bisa dilakukan dengan mudah. Petani budidaya lada perlu tidak lagi direpotkan dengan proses pemanenan dan tidak perlu mengeluarkan biaya panen yang besar.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, petani bisa menunda masa panen. Caranya adalah dengan membuang bunga atau buah yang terbentuk pada awal penanaman. Dengan cara ini maka tanaman akan berkembang dengan lebih maksimal. Semakin berkembangnya tanaman, maka hasil panen yang dihasilkan pun akan semakin banyak dan terus bertambah setiap tahunnya.

Dari sisi dapat dimpulkan bahwa Keuntungan dari budidaya lada perdu adalah :
  1. Bibit tanaman mudah tersedia
  2. Tidak memerlukan tiang rambatan
  3. Populasi tanaman per satuan luas lahan lebih banyak
  4. Berumur genjah (mampu berproduksi setelah usia tanam 1 tahun)
  5. Pemeliharaan dan penen lebih mudah
  6. Pemanenan tidak memerlukan tangga
  7. Tidak memerlukan pemangkasan dan pengikatan sulur
  8. Dapat ditanam sebagai tanaman sela
  9. Memiliki nilai estetika jika ditanam di pekarangan atau di dalam pot
  10. Bermanfaat bagi kegiatan penelitian, misal untuk persilangan atau hibridisasi
  11. Dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan
  12. Risiko kematian tanaman akibat cekaman kekeringan relatif lebih kecil dibandingkan penanaman secara monokultur (tanpa naungan).
  13. Mampu memberikan nilai tambah yang cukup signifikan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sub-balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat menunjukkan bahwa lada perdu dapat menghasilkan produksi rata-rata 200 g/pohon pada umur dua tahun, dan 500 g/pohon pada umur 3 tahun.
Jika lada perdu ditanam dengan jarak tanam 1 x 2 m maka lahan seluas 1 hektar dapat ditanami sampai ±4500 pohon. Dengan jumlah tanaman sebanyak ini, jika produksi lada mencapai 900kg maka dengan harga Rp. 30.000,- /kg pemasukkan yang didapat pada dua tahun pertama adalah Rp. 27.000.000,-
Pendapatan akan meningkat pada tahun ke tiga dimana produksi dapat mencapai 2.250kg atau setara dengan pendapatan Rp. 67.500.000,-.Jika kita memiliki lahan atau dak atap rumah seluas 100m2 maka kita dapat memiliki sampai 750 polybag lada yang akan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp. 4.500.000,-  pada tahun ke dua dan Rp. 6.750.000,- mulai tahun ke tiga.

CARA BUDIDAYA LADA
Syarat  Pertumbuhan

 Iklim
– Curah hujan 2.000-3.000 mm/th.- Cukup sinar matahari (10 jam sehari).
– Suhu udara 200C – 34 0C.
– Kelembaban udara 50% – 100% lengas nisbi dan optimal antara 60% – 80% RH.
– Terlindung dari tiupan angin yang terlalu kencang.

Jenis tanah :
- Laterit merah, Latosol coklat muda sampai coklat tua.
– Tanah lempung yang mengandung pasir 20 – 45 % (clay loam).
– Tanah lempung merah mengandung pasir

Media Tanam
– Subur dan kaya bahan organic
– Tidak tergenang atau terlalu kering
– pH tanah 5,5-7,0
– Warna tanah merah sampai merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol dan Utisol.
– Kandungan humus tanah sedalam 1-2,5 m.
– Kelerengan/kemiringan lahan maksimal ± 300.
– Ketinggian tempat 300-1.100 m dpl.

Pedoman Teknis Budidaya
Pembibitan
– Terjamin kemurnian jenis bibitnya
– Berasal dari pohon induk yang sehat
– Bebas dari hama dan penyakit
– Berasal dari kebun induk produksi yang sudah berumur 10 bulan-3 tahun (Kebutuhan bibit ± 2.000 bibit tanaman perhektar)
Pengolahan Media Tanam
a.     Cangkul 1, pembalikan tanah sedalam 20-30 cm.
b. Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3-4 minggu.
Dosis kapur pertanian :
– Pasir dan Lempung berpasir: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
– Lempung: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
– Lempung Berdebu: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.
– Lempung Liat: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.
c. Cangkul 2, haluskan dan ratakan tanah
Teknik Penanaman
– Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2m x 2m).Tetapi juga
bisa ditanam dengan tanaman lain.
– Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x  15 cm dan kedalaman 50 cm.
– Biarkan lubang tanam 10-15 hari barulah bibit ditanam.
– Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau 16.30-18.00 sore.
– Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas.
– Taburkan pupuk kandang 0,75-100 gram/tanaman yang sudah dicampur Pupuk Organik.
– Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas yang sudah  dicampur pupuk dasar :
– NPK 20 gram/tanaman
– Untuk tanah kurang subur ditambahkan 10 gram urea, 7 gram SP 36 dan 5 gram KCl per tanaman.
– Segera setelah ditutup, disiram Pupuk Organik :
– Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
– Alternatif 2 : 1 botol Pupuk Organik diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
– Pemberian Pupuk Organik  selanjutnya dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan sekali.
Pemeliharaan Tanaman
2.4.1.Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan setiap 2-3 bulan sekali. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.
2.4.2.  Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada:
Batang, dahan, ranting yang tidak produktif, atau terserang hama dan penyakit. Pucuk/batang, karena tidak memiliki dahan yang produktif.Batang yang sudah tua agar meremajakan tanaman menjadi muda kembali.
2.4.3. Pemupukan Susulan
Penyemprotan POC (4-5 tutup) atau POC (3- 4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 3 – 4 minggu sekali.
Pupuk makro diberikan sebagai berikut :
Umur
(bln)
Pupuk makro (gram/pohon)
Urea SP 36 KCl
3-4 35 15 20
4-5 35 20 25
5-6 35 25 30
6-17 35 30 35
2.4.4. Pengairan dan Penyiraman
Pada musim kemarau penyiraman sehari sekali di sore hari. Pada musim hujan tidak boleh tergenang.
2.4.5. Pemberian Mulsa
Usia 3-5 bulan, beri mulsa alami berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.
2.4.6. Penggunaan Anjang – Anjang
Sebaiknya gunakan anjang2 mati dari bahan kayu. Pangkal Anjang2 diruncingkan, bagian ujung dibuat cabang untuk menempatkan batang lada yang panjangnya telah melebihi tinggi Anjang2.     Panjang Anjang   1 – 1,5 m.

Hama dan Penyakit

Hama
a.  Hama Penggerek Batang (Laphobaris Piperis)
Ciri: berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Serangga dewasa lebih suka menyerang bunga, pucuk daun dan cabang-cabang muda. Akibat lain bila Nimfanya (serangga muda) berupa ulat akan menggerek batang dan cabang tanaman. Pengendalian: memotong cabang batang; penyemprotan PESTISIDA.

Hama bunga
Ciri: Serangga dewasa berwarna hitam, sayap seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Gejala: serangga dewasa/nimfanya menyerang bunga berakibat bunga rusak dan menimbulkan kegagalan pembuahan, siklus hidupnya sekitar 1 bulan. Pengendalian: penyemprotan PESTISIDA, serta dapat juga dilakukan pemotongan pada tandan bunga.

Hama buah
Ciri: serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening dan empat kali ganti kulit. Serangga dewasa atau nimfanya menyerang buah sehingga isi buah kosong. Telurnya biasa diletakkan pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan. Pengendalian: musnahkan telur dipermukaan daun, cabang, dan yang ada pada tandan buah. Gunakan PESTONA.

Penyakit
a.     Penyakit busuk pangkal batang (BPP)
Penyebab: jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Gejala: awal serangan sulit diketahui. Bagian yang mulai terserang pada pangkal batang memperlihatkan garis-garis coklat kehitaman dibawah kulit batang. Daun berubah warna menjadi layu (berwarna kuning). Pencegahan : penanaman jenis lada tahan penyakit BPB. Pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.
b.     Penyakit kuning
Penyebab: tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis serta serangan cacing halus (Nematoda) Radhophalus similis yang mungkin berasosiasi dengan nematoda lain seperti Heterodera SP, M incognita dan Rotylenchus Similis. Gejala: menyerang akar tanaman lada, ditandai menguningnya daun lada, akar rambut mati, membusuk dan berwarna hitam. Cepat lambatnya gejala daun menguning tergantung berat ringannya infeksi dan kesuburan tanaman. Pengendalian: Pemberian pupuk kandang, pengapuran, pemupukan tepat dan seimbang, pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Panen
Ciri dan Umur Panen
Panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau merah).
Cara Panen
Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas, dengan mematahkan persendian tangkai buah yang ada diketiak dahan.
 Periode Panen
Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas pemeliharaan

Rabu, 14 Januari 2015

Rambutan Garuda dari Banjarmasin

Indonesia terkenal kaya akan keanekaragaman hayati yang sangat kaya seperti berbagai varietas rambutan.  salah satu varietas rambutan yang mungkin belum banyak ditahu adalah rambutan garuda yang asli Kalimantan.
rambutan garuda yang masih liar alami banyak tumbuh di bantaran sungai Andai Batola Banjarmasin.  Rambutan garuda dapat dengan mudah dikenali karena ukurannya besar dan biasa juga disebut rambutan raksasa karena dari sisi ukuran hampir 2 kali lipat ukuran rambutan biasa, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pada foto ini terlihat rambutan garuda yang ada dibawah dan rambutan biasa di atas, terlihat perbedaan ukurannya. 


Rambutan Garuda sangat adaptif pada lahan basah seperti rawa-rawa atau tepian sungai.  keunggulan rambutan garuda terletak pada rasa yang manis kemudian buahnya besar dengan berat sekitar 50,5 gram kemudian daging buahnya tebal 0,65 cm dan bijinya kecil.
Rambutan Garuda termasuk varietas unggul dengan ukuran buah mencapai 7 cm panjang dan lebar sekitar 3 cm.  Dengan dimensi ukuran tadi buah rambutan garuda berbentuk lonjong. 
keunggulan buah rambutan garuda yang lain adalah daging buah nglotok dari bijinya dan rasanya juga gurih.  Daging buah rambutan garuda juga kering tidak basah seperti rambutan jenis lain. 
Rambutan garuda masih kurang dibudidayakan dan masih susah dijumpai di pasaran

Minggu, 14 Desember 2014

Indahnya Bunga Desember Saat Mekar di Bulan Desember

Bunga Desember begitu tanaman ini biasa disebut.  Bunganya berbentuk bulat berwarna merah cerah begitu mencuri perhatian mata kita.  Tanaman ini di luar dikenal dengan nama African Blood Lily dan punya nama ilmiah Haemanthus spp dan sinonomnya adalan Scadoxus spp yang asalnya dari Afrika Selatan.  Di Indonesia tanaman ini akan berbunga antara bulan november sampai januari dan jadi penanda bahwa musim hujan telah tiba dan bunga desember menyambutnya dengan keceriaan bunga-bunga yang semarak merona.

Bunga Desember merupakan keluarga bakung-bakungan (Amaryllidaceae) dan mempunyai umbi seperti bawang. Tanaman ini akan mengeluarkan bunganya saat umbi telah matang.
Bunga Desember dapat ditanam dalam pot atau ditanam langsung di tanah.  Bunganya yang indah membuat bunga desember banyak ditanamn masyarakat untuk penghias rumahnya.

Selain indah ternyata umbi dari bunga desember bisa bermanfaat untuk obat saat darurat.  Umbi Bunga Desember berkhasiat sebagai obat luka bakar karena mengandung saponin, flavonoida dan polifenol . Untuk obat luka bakar ambil  umbi yang masih segar, dicuci dan diparut kemudian ditempelkan pada bagian yang luka. Polifenol yang terkandung dalam umbi Bunga Desember aktif membunuh kuman penyebab infeksi sehingga luka bakar akan cepat kering dan sembuh.

Kamis, 11 Desember 2014

CARA BUDIDAYA BAWANG BERLIAN/BAWANG DAYAK/BAWANG HUTAN

Cara Budidaya Bawang Berlian/Bawang Dayak/Bawang Hutan/Bawang Sabrang


Bawang Dayak saat ini banyak dicari orang sebagai bahan obat herbal yang terkenal sangat ampuh untuk atasi beberapa penyakit seperti Diabetes, Kanker, Batu Ginjal, Autis, dll. Bawang berlian adalah tanaman herba yang punya umbi akar bernama ilmiah Eleutherina palmifolia yang secara alami tumbuh pada daerah berhawa sejuk pada ketinggian 600-1500 mdpl, namun bisa juga tumbuh subur pada daerah dataran rendah, seperti yang dilakukan di kalimantan barat, bawang dayak dibudidayakan pada ketinggia 1-200 mdpl.  Disebut bawang dayak karena tanaman ini banyak terdapat di daerah kalimantan pada lahan gambut yang subur.  Tidak Hanya di Kalimantan saja ada bawang dayak, sebenarnya di daerah lain juga ada semacam di daerah Sulawesi.

Untuk membudidayakan bawang Dayak atau Bawang Berlian, pada prinsipnya sama seperti penanaman pada umumnya, yaitu:
Bahan tanam:
1. tanah humus
2. pupuk kandang
3. sekam arang (perbandingan tanah, pupuk dan sekam 1:1: 0.5)
4. Wadah pot atau langsung di tanah, bila di tanah, beri lubang dengan diameter 20-25 cm,   sedalam 20cm.

Cara penanaman Bawang Berlian:
Aduk semua bahan jadi satu, masukkan kedalam wadah pot atau tanah yang telah dilubangi sebanyak 40%, tanam bibit (letakkan di tengah tengah), masukkan lagi bahan campuran di setiap pinggir bibit sampai penuh, INGAT, tanah diberikan hanya mencapai leher tunas.
Beri jarak 30 cm di setiap bibit yang di tanam, kemudian siram satu kali sehari secara rutin.

Panen.
Tanaman yang sudah berbunga berarti sudah siap dipanen umbinya dengan usia sekitar 6 bulan.

Senin, 24 November 2014

BERTANAM APEL DARI BIJI

Menanam apel dari biji mungkin tidak pernah kita pikirkan, padahal secara teori bisa dilakukan.  Hal ini mungkin disebabkan Apel buak buah asli Indonesia sehingga pikiran kita dibatasi oleh perangkap kemustahilan pada otak. Namun yang pasti buah apel bisa tumbuh dan berbuah di Indonesia pada daerah yang punya iklim sejuk dingin seperti di daerah pegunungan yang banyak terdapat di negara kita.

Cara menyemai biji Apel dirumah :
Untuk menyemaikan biji apel sebenarnya sangat mudah.
 Berikut ini langkah-langkahnya:
1.Simpan buah apel di lemari es sampai kulit apel agak keriput.
2. Setelah apel keriput belah buah apel dan ambil bijinya;
3. Siapkan wadah isi dengan tisue dan basahi dengan air, taruh biji diatas tisue basah tadi sampai bertunas.
4 Siapkan pot sebagai wadah untuk menyemai, isi pot tadi dengan media tanam,
5. Tanam biji yang bertunas di dalam pot dengan  kedalaman 5 cm.
9. Simpan di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari.

Letakkan biji yang telah tumbuh tadi di tempat teduh. Untuk menjaga agar jangan sampai mati, bibit tadi disiram setiap hari namun jangan sampai kebanjiran.   Jika benih sudah tumbuh sampai tinggi 25 cm, maka benih tadi bisa dipindah untuk ditanam di halaman atau pekarangan anda, atau juga bisa di tabulampot.

MENGENAL BUAH LANGKA KENITU (Chrysophyllum cainito) KAYA ANTIOKSIDAN

Penulis mengenal buah Kenitu yang termasuk cukup langka saat berkunjung ke daerah Lumajang Jawa Timur yang saat itu lagi musim buah yaitu saat musim kemarau. Di situ buah kenitu mudah dijumpai dan biasanya dijajakan di pinggir jalan raya sebagai oleh-oleh.  Nama lokal dari kenitu ada banyak sekali seperti sawo durian, sawo ijo, sawo apel dsb, yang pasti nama ilmiah dari Kenitu adalah Chrysophyllum cainito L.  Rasa buah kenitu punya rasa manis enak, buahnya biasanya bergetah jadi rasa dari getah ini biasa mengganggu lidah saya saat menikmati buah kenitu.
Daging Buah Kenitu
Daun dan Buah Kenitu
 Untuk mengenali pohon kenitu sebenarnya cukup mudah, Daun kenitu kalau dilihat sepintas punya kemiripan dengan daun durian yaitu warna daun atas dan daun bawah berbeda mencolok.  Warna daun bawah kenitu coklat keemasan dan daun atasnya berwarna hijau tua. Warna buah kenitu bervariasi dari hijau sampau keunguan, daging buahnya berwarna putih agak bening.
Buah kenitu kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan.
Pohon kenitu bisa mencapai tinggi sampai 30 meter, pohonya kuat dan tidak gampang patah sehingga dapat menjadi tanaman hias dan peneduh di tepi jalan, atau juga bisa dijadikan bahan baku rumah.  Pohon Kenitu akan berbuah setelah berusia 5-6 tahun, dan berbuah di musim kemarau.
Buah kenitu biasanya dikonsumsi sebagai buah segar yang menyehatkan. Rebusan daunnya dapat dipakai untuk menyembuhkan diabetes dan rematik. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai obat kuat dan obat batuk. Infus daun kenitu yang kaya akan tanin dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai obat kanker. Buah yang sudah masak dapat digunakan sebagai anti inflamasi pada keadaan laringitis dan pneumonia serta pengobatan diabetes melitus.

Rabu, 12 November 2014

AKUAPONIK SEDERHANA DENGAN METODE RAKIT APUNG


Skema Aquaponik Rakit Apung Sederhana
Akuaponik adalah hidroponik yang dipadukan dengan kolam ikan sebagai sumber nutrisi tanaman.  Aquaponik model rakit ini bisa dibilang  akuaponik yang sederhana dan mudah dibuat.  Rakit apung bisa dibuat dari styrofoam atau baha lain yang bisa mengapung, kemudian dilubang dan ditempatkan pot kecil yang diberi penyangga bisa berupa kapas,kerikil, rockwool atau hydrotron untuk tempat tanaman bertumbuh dan berdiri.

Model Aquaponik Apung ini, seluruh perakaran tanaman nyaris terendam dalam larutan nutrisi yang diberi aerasi dengan pompa udara akuarium + airstone selama 24 jam. Tujuan aerasi adalah menambah pasokan oksigen pada air yang nantinya dimanfaatkan akar tanaman.

Pompa udara bisa diganti dengan powerhead dengan nipple udara, oksigen larut dalam air lebih banyak dibandingkan pompa udara akuarium + airstone. Aquaponik moel rakit apung cocok untuk tanaman yang pertumbuhnya cepat dan suka banyak air seperti selada dan kangkung.

Jenis hidroponik ini cocok untuk pengenalan hidroponik pada anak sekolah, karena mudah dan minim perawatan. Bahan-bahan untuk membangun hidroponik deep water culture sangat mudah ditemui disekitar kita, bisa menggunakan akuarium atau wadah kedap air lainnya sebagai reservoir.

Kelemahan dari sistem ini adalah kurang cocok untuk tanaman berukuran besar dan tanaman yang dibudidaya dalam jangka panjang. 


Lubangi sterofoam  disesuaikan dengan diameter wadah gelas air mineral sehingga waktu dipasang tidak jatuh. Untuk yg memakai media batu kerikil disarankan ketinggian disesuaikan dengan kekuatan rakit yang anda gunakan.   Agar akar tidak dimakan ikan sebaiknya disekeliling rakit diberi jaring supaya ikan tidak masuk.

Jumat, 31 Oktober 2014

ANTARA TAKOKAK DAN LEUNCA

Buah terung-terungan banyak sekali ragamnya.  Disini kita akan coba bedakan antara Buah Takokak dan Buah Leunca atau Ranti yang bisa dikatakan serupa dan mirip saat masih muda dimana keduanya berwarna hijau.  Takokak  mempunyai nama ilmiah Solanum torvum sedangkan Leunca nama ilmiahnya adalah Solanum nigrum.  Takokak dan Leunca sama-sama bisa dimakan mentah sebagai lalapan. 
Takokak
Leunca

Berikut ini perbedaan antara takokak dan leunca :
1.  Kulit Buah.
Buah Takokak kulitnya lebih tebal dari kulit leunca.
2. Bentuk Daun.
Daun takokak lebih besar dan kasar sedangkan daun lencak daunya kecil dan sedikit agak licin,
3. Batang
Batang takokak berduri sedangkan batang leunca tidak berduri.
4. Rasa. 
Rasa buah takokak agak pahit getir sedangkan buah lencak pahit agak manis.N
5. Warna Buah Masak.
Warna buah Takokak kalau masak oranye, sedangkan warna buah Leunca hitam. 

Nama lain Takokak adalah terong pipit, Rimbang (Minangkabau), cepoka, cokowana, pokak dan tekokak,  dalam bahasa inggris disebut turkey berry atau mini-eggplant.
Nama lain Leunca adalah Rampai, Ranti. 

Minggu, 26 Oktober 2014

CARA BUDIDAYA PEMBIBITAN - PENANAMAN POHON AREN

Pohon Aren atau Enau sudah lama dikenal oleh masyarakat kita dengan berbagai macam produk dari Aren antara lain kolang-kaling, sapu ijuk, Gula Aren  (Brown Sugar) sampai minuman tradisional semacam saguer, tuak atau legen. Aren yang punya nama ilmiah Arenga pinnata mudah dijumpai di daerah pedesaan di seluruh nusantara. Di pedesaan Tanaman Aren umumnya tumbuh secara alami dan belum dibudidayakan secara serius. Proses pembibitan secara alami dibantu oleh binatang seperti musang. Binatang tersebut memakan buah-buahan aren dan bijinya dan bijinya keluar secara utuh dari perutnya bersama kotoran. Bibit tumbuh tersebar secara tidak teratur dan berkelompok. Untuk menanamnya dilapangan, dapat dilakukan dengan mencabut secara putara.

PEMBIBITAN AREN

Untuk memperoleh bibit dalam jumlah yang besar dengan kualitas yang seragam, tentu saja tidak bisa mengandalkan cabutan dari alam. 
Untuk menyemai biji aren bisa berlangsung lama untuk tumbuh. Untuk mempercepatnya dapat dilakukan upaya perlakuan biji sebelum disemai yaitu :
1. Merendam biji dalam larutan HCL dengan kepekatan 95 % dalam waktu 15 – 25 menit.
2. Meredam biji dalam air panas bersuhu 50ยบ selama 3 menit.
3. Mengikir biji pada bagian dekat embrio.


Media penyemaian dapat dibuat dengan kantong plastic ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan kompos, pasir dan tanah 3 : 1 : 1 dan lubangi secukupnya pada bagian bawahnya sebagai saluran drainase.  Biji-biji yang telah diperlakukan tersebut dimasukan kedalam kantong plastic tersebut sedalam sekitar ¾ bagian biji di bawah permukaan tanah dengan lembaga menghadap ke bawah dengan posisi agak miring.
Untuk mencapai bibit siap tanam di lapangan (ukuran = 40 cm) diperlukan waktu persemaian 12 – 15 bulan.
Pemeliharaan bibit di persemaian dilakukan dengan cara :
1. Penyiraman 2 kali sehari, pagi jam 08.00 – 09.00 dan sore hari jam 15.00 – 16.00
2. Penyiangan persemaian yaitu menghilangkan rumput-rumput pengganggu.
3. Pemberantasan hama dan penyakit, apabila ada gejala serangan hama dan penyakit.

PENANAMAN AREN
Teknik penanaman aren dapat dilakukan dengan sistim kultur tunggal (monokultur) seperti perkebunan kelapa sawit atau dengan sistim tumpangsari. Dengan sistim monokultur terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan (land clearing) dan pengolahan tanah dengan pembajakan atau pencangkulan serta pembuatan lubang tanaman.

Pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan jarak antar lubang (jarak tanam) 5 x 5 m atau 9 x 9 m. untuk mempercepat pertumbuhan pada lubang tanaman diberi tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, urea, TSP, sekitar 3 – 5 hari setelah lubang tanaman disiapkan, baru dilakukan penanaman. Bibit yang baru ditanam, sebaiknya diberi naungan atau peneduh.
Sistim agroforestri/tumpangsari, ini dapat dilakukan dengan menamai bagian lahan yang terbuka yaitu diantara kedua tanaman pokok dengan tanaman penutup tanah seperti leguminose atau tanaman palawija

PEMELIHARAAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN
Agar budidaya aren dapat berhasil dengan baik diperlukan pemeliharaan tanaman yang cukup. Pemeliharaan tanaman aren meliputi :

a. Pengendalian Hama Penyakit
Hama dan penyakit pohon aren belum terlalu banyak di ketahui. Namun sebagai langkah pencegahan dapat didekat dengan mengetahui hama dan penyakit yang biasa menyerang jenis palmae yang lain seperti kelapa, kelapa sawit dan sagu.
Hama pada tanaman jenis Palmae antara lain berupa kumbang badak (Oryctes thinoceros), kumbang sagu (Rhinochophorus ferrugineus), belalang (Sexava spp). Hama lain untuk pohon aren ini adalah pengisap nira dan bunga seperti lebah, kelelawar dan musang. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara :

1. Mekanis, yaitu pohon-pohon aren yang mendapat serangan hama ditebang dan dibakar.
2. Kimiawi, yaitu dengan penyemprotan pestisida tertentu seperti Heptachlor 10 gram, Diazonin 10 gram dan BHC.

Jenis penyakit yang sering menyerang pohon aren di persemaian adalah bercak dan kuning pada daun yang disebabkan oleh Pestalotia sp., Helmiathosporus sp. penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan fungisida seperti Dithane N-45, Delsene NX 200.

b. Penanggulangan tanaman pengganggu (gulma)
Tanaman pengganggu (gulma) pada tanaman aren sangat mengganggu pertumbuhannya. Oleh karena itu, pengendalian gulma harus dilakukan.
Gulma pada tanaman/pohon aren umumnya terdapat di dua tempat yaitu pada bagian batang (seperti benalu dan kadaka) dan pada tanah di sekitar pangkal teratur yaitu 4 kali setahun sampai tanamanberumur 3-4 tahun. Teknis pemberantasannya dilakukan dengan cara mekanis yaitu dengan menghilangkan tanaman pengganggu tersebut dari pohon aren.

c. Pemupukan
Pemupukan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan pertumbuhan agar lebih cepat. Pemupukan dilakukan pada tanaman berumur 1 -3 tahun dengan memberikan seperti pupuk urea, NPK, pupuk kandang dan KCL yang ditaburkan pada sekeliling batang pohon aren yang telah digemburkan tanahnya.

PANEN
Ijuk
Ijuk dihasilkan dari pohon aren yang telah berumur lebih dari 5 tahun sampai dengan tongkol-tongkol bunganya keluar. Pohon yang masih muda produksi ijuknya kecil. Demikian pula, pohon yang mulai berbunga kualitas dan hasil ijuknya tidak baik.
Pemungutan ijuk dapat dilakukan dengan memotong pangkal pelepah-pelapah daun, kemudian ijuk yang bentuknya berupa lempengan anyaman ijuk itu lepas dengan menggunakan parang dari tempat ijuk itumenempel.
Lempenganlempengan anyaman ijuk yang baru dilepas dari pohon aren, masih mengandung lidi-lidi ijuk. Lidi-lidi ijuk dapat dipisahkan dari serat-serat ijuk dengan menggunakan tangan. Untuk membersihkan serat ijuk dari berbagai kotoran dan ukuran serat ijuk yang besar, digunakan sisir kawat. Ijuk yang sudah dibersihkan dapat dipergunakan untuk membuat tambang ijuk, sapu ijuk, atap ijuk dll.

Nira

Nira aren dihasilkan dari penyadapan tongkol (tandan) bunga, baik bunga jantan maupun bunga betina. Akan tetapi biasanya, tandan bunga jantan yang dapat menghasilkan nira dengan kualitas baik dan jumlah yang banyak. Oleh karena itu, biasanya penyadapan nira hanya dilakukan pada tandan bunga jantan.
Sebelum penyadapan dimulai, dilakukan persiapan penyadapan yaitu :
  • Memilih bunga jantan yang siap disadap, yaitu bunga jantan yang tepung sarinya sudah banyak yang jatuh di tanah. Hal ini dapat dilihat jika disebelah batang pohon aren, permukaan tanah tampak berwarna kuning tertutup oleh tepungsari yang jatuh.
  • Pembersihan tongkol (tandan) bunga dan memukul-mukul serta mengayun-ayunkannya agar dapat memperlancar keluarnya nira.
Pemukulan dan pengayunan dilakukan berulang-ulang selama tiga minggu dengan selang dua hari pada pagi dan sore dengan jumlah pukulan kurang lebih 250 kali.
Untuk mengetahui, apakah bunga jantan yang sudah dipukul-pukul dan diayun-ayun tersebut sudah atau belum menghasilkan nira, dilakukan dengan cara menorah (dilukai) tongkol (tandan) bunga tersebut. Apabila torehan tersebut mengeluarkan nira maka bunga jantan sudah siap disadap.
Penyadapan dilakukan dengan memotong tongkol (tandan) bunga pada bagian yang ditoreh. Kemudian pada potongan tongkol dipasang bumbung bamboo sebagai penampung nira yang keluar.
Penyadapan nira dilakukan 2 kali sehari (dalam 24 jam) pagi dan sore. Pada setiap penggantian bumbung bamboo dilakukan pembaharuan irisan potongan dengan maksud agar saluran/pembuluh kapiler terbuka, sehingga nira dapat keluar dengan lancer.
Setiap tongkol (tandan) bunga jantan dapat dilakukan penyadapan selama 3 – 4 bulan sampai tandan mongering. Hasil dari air aren dapat diolah menjadi gula aren, tuak, cuka dan minuman segar.

Tepung aren
Tepung aren dapat dihasilkan dengan memanfaatkan batang pohon aren dengan proses sebagai berikut :
  • Memiliki batang pohon aren yang banyak mengandung pati/tepungnya dengan cara :
    • Umur pohon relative tua (15 – 25 tahun)
    • Menancapkan kampak atau pahat ke dalam batang sedalam 10 – 12 cm pada dari ketinggian 1,5 m dari permukaan tanah.
    • Periksa ujung kampak atau pahat tersebut apakah terdapat tepung/pati yang menempel.
    • Apabila terdapat tepung/pati, tebang pohon aren tersebut.
  • Potong batang pohon yang sudah ditebang menjadi beberapa bagian sepanjang 1,5 – 2,0 m.
  • Belah dan pisahkan kulit luar dari batang dengan empelurnya.
  • Empelur diparut atau ditumbuk, kemudian dicampur dengan air bersih (diekstraksi).
  • Hasil ekstraksi diendapkan semalaman (±12 jam) dilakukan pemisahan air dengan endapannya. Lakukan pencucian kembali dengan air bersih dan diendapkan lagi, sampai menghasilkan endapan yang bersih
  • Hasil endapan dijemur sampai kering.
Tepung aren dapat dipergunakan sebagai bahan baku seperti mie, soun, cendol, dan campuran bahan perekat kayu lapis.

Kolang Kaling
Kolang kaling dapat diperoleh dari inti biji buah aren yang setengah masak. Tiap buah aren mengandung tiga biji buah. Buah aren yang setengah masak, kulit biji buahnya tipis, lembek dan berwarna kuning inti biji (endosperm) berwarna putih agak bening dan lembek, endosperm inilah yang diolah menjadi kolang-kaling.
Adapun cara untuk membuat kolang-kaling :
  • Membakar buah aren dengan tujuan agar kulit luar dari biji dan lender yang menyebabkan rasa gatal pada kulit dapat dihilangkan. Biji-biji yang hangus, dibersihkan dengan air sampai dihasilkan inti biji yang bersih.
  • Merebus buah aren dalam belanga/kuali sampai mendidih selam 1-2 jam. Dengan merebus buah aren ini, kulit biji menjadi lembek dan memudahkan untuk melepas/memisahkan dengan inti biji. Inti biji ini dicuci berulang-ulang sehingga menghasilkan kolang-kaling yang bersih.
Untuk menghasilkan kolang-kaling yang baik )bersih dan kenyal) inti biji yang sudah dicuci diendapkan dalam air kapur selama 2 – 3 hari. Setelah direndam dlam air kapur, maka kolang-kaling yang terapung inilah yang siao untuk dipasarkan.

Sumber: http://disbun.jabarprov.go.id/data/arsip/Budidaya%20Tan.%20Aren.doc.

Minggu, 21 September 2014

CARA BERTANAM BUAH PEPINO YANG KAYA ANTIOKSIDAN

Buah PEPINO mungkin masih kurang dikenal luas saat ini, karena tergolong buah baru yang masuk ke Indonesia. Buah Pepino dari Indonesia bibitnya berasal dari negeri Belanda.  Nama pepino sendiri dari bahasa spanyol lengkapnya Pepino Dulce yang artinya Ketimun Manis.  Penulis baru tahu ada buah ini saat belanja ke supermarket dan di sana ada nama buah yang disebut Pepino.Pepino punya rasa unix mix antara ketimun, ubi dan melon.
Buah Pepino dikenal ampuh untuk obat berbagai jenis penyakit seperti sakit sariawan, diabetes, wasir, dan juga penyakit lainnya, dan harganya pun juga tidak terlalu mahal.   Nama ilmiah tanaman Pepino adalah Solanum muricatum dan dilihat dari namanya dengan mudah bisa diketahui bahwa tanaman pepino ini kerabat dekat dengan terung.  
Buah Pepino kebanyakan ditanam di dataran tinggi, meski bisa juga ditanam di dataran rendah. Tanaman pepino ini tidak tinggi dan bisa ditanam di dalam pot dan dapat menjadi penghias rumah yang antik.  Namun demikian tanaman pepino tidak berumur panjang, tiap satu tahun akan mati dan harus diganti.

Kandungan dalam Buah Pepino
Berdasarkan hasil analisa laboratorium uji teknologi pangan dan hasil pertanian UGM, pepino memiiiki kandungan air sebesar 95%, asam 79,3 mg per 100 gram pepino, beta karoten 26,6 mg per 100 gram pepino, vitamin C 25,1 mg per 100 gram pepino, protein 0,6 gram per 100 gram pepino,dan serat pangan 1-1,5 gram per 100 gram pepino.
Buah pepino juga mengandung serat pangan 1-1,5 gram per 100 gram.

Manfaat Buah Pepino
a. Pepino mengandung vitamin C dalam kadar yang tinggi, karena itu sangat cocok untuk mengobati sariawan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan untuk memperlambat proses penuaan (aging), menurunkan risiko penyakit jantung, dan kerusakan otak. Vitamin C juga sangat dibutuhkan untuk memproduksi kolagen yang penting bagi pertumbuhan dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Untuk mendapatkan manfaat vitamin C secara maksimal, konsumsi pepino dalam bentuk segar dengan cara dimakan langsung atau dijus.
b. Pepino mengandung betakaroten, terutama pepino ungu. Betakaroten merupakan provitamin A, yang dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan metabolisme. Betakaroten juga dikenal sebagai antioksidan pencegah kanker. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.
c. Pepino dipercaya dapat mencegah sembelit, wasir, gangguan pencernaan dan tekanan darah tinggi karena kandungan seratnya. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat kolesterol dan kemudian mengeluarkannya dari dalam tubuh. Serat juga berperan mengikat karsinogen pemicu kanker pada saluran pencernaan. Selain itu, serat pepino juga bermanfaat bagi penderita diabetes karena berperan mengendalikan laju gula dalam darah.



Cara Budidaya Pepino
1. Pembibitan
Pembibitan tanaman ini  dilakukan dengan cara vegetatif.  Hal tersebut dilakukan karena kemampuan germinasi biji pepino sangat buruk, sehingga seringkali tidak dapat tumbuh dengan baik, bahkan gagal tumbuh sama sekali.
Dengan cara vegetatif, tunas-tunas yang sudah ada calon akarnya dipisah dalam polybag dan diperlakukan khusus. Setelah disemai, tunas tersebut akan tumbuh menjadi tanaman lengkap dalam waktu 2 hingga 3 minggu.

2. Perawatan
Perawatannya pun cenderung mudah karena tidak terlalu banyak memerlukan air. Setelah masa tanam 1 bulan, bunga akan tumbuh.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Musuh utama tanaman ini adalah ulat dan belalang pemakan daun. Pengendaliannya adalah pemberian pestisida organik.
Pengendalian terhadap gulma dan penyakit adalah pemakaian plastik mulsa.

4. Panen
Tiga atau 4 bulan kemudian, dilakukan panen pertama. Buahnya ada dua jenis yaitu berwarna putih bersih dan berwarna ungu, buah yang matang baunya harum (seperti melon). Sayangnya usia tanaman buah pepino ini, tak bertahan lama. Setelah mencapai 1 tahun, harus diganti dengan bibit baru.